Articles from Aug 12, 2013

Walls of Hate: Anti-Christian Graffiti Vandalizes Egypt

With the ousting of Muhammad Morsi and his Muslim Brotherhood, the homes and churches of Egypt's Christians are seeing an unprecedented rise in anti-Christian graffiti. The following are some of the pictures that were recently disseminated, captioned with translation of graffiti and location information. The name of Coptic Pope Tawadros especially appears repeatedly, and is a reminder of the jihad unleashed on Egypt's Christians, for daring to behave like free men and women by supporting the popular June 30 Revolution against the tyrannical Brotherhood.

"Down with the Pope's rule" (reference to Coptic Pope Tawadros II) – Giza
"Egypt is Islamic" – on walls of Armenian Patriarchate
"Islamic, oh you slaves of the cross" – New Egypt (Misr al-Jadida, northeast of Cairo)
"Islamic, despite Tawadros the Dog" (reference to Coptic pope), Asyut
"Islamic, Islamic. Boycott the Christians" – Asyut
"Islamic, Islamic. Al-Sisi is a murderer" – Asyut
"Tawadros, you coward, gather your dogs from the square" – al-Minya
"Sisi is a traitor. Tawadros is a traitor" – Nifq al-Harum
Raymond Ibrahim

Help me get the word out by sharing your thoughts on this
article on X (Twitter)

Share this article:

Beraninya Kamu?! Sifat Supremasis Keluhan-keluhan Muslim

Pada tahun 2012 di Pakistan, ketika anak-anak Kristen tengah menyanyikan lagu-lagu pujian di dalam gereja, orang-orang Muslim dari sebuah masjid dekat situ menerobos masuk dengan sebuah kapak, menghancurkan perabotan, menodai altar, dan memukuli anak-anak. Dasar pembenaran mereka untuk tindakan seperti itu? "Kalian mengganggu shalat kami... Beraninya kalian menggunakan mike dan speaker?"Selamat datang ke wajah sebenarnya dari "keluhan Muslim" – apa yang saya sebut fenomena "beraninya kamu?!" Ingatlah kata-kata itu lain kali media dan para politisi "progresif" memberitahu anda bahwa terorisme Muslim – apakah serangan-serangan 9/11, pembunuhan massal Fort Hood, bom Boston atau, akhir-akhir ini, pemenggalan London – adalah produk dari keluhan-keluhan terhadap Barat. Yang hilang dari analisis mereka adalah sifat supremasis dari keluhan-keluhan Muslim itu.

Pakta Umar, sebuah naskah dasar Muslim abad pertengahan, mengamanatkan rasa superioritas atas kaum non Muslim ini. Ketentuan-ketentuannya antara lain, pakta itu memerintahkan kaum Kristen yang ditaklukan untuk tidak meninggikan "suara mereka selama berdoa atau membaca di gereja-gereja dimanapun di dekat kaum Muslim" (karena itulah terjadi serangan kapak di Pakistan itu). Naskah itu juga memerintahkan mereka untuk tidak memperlihatkan tanda-tanda Kekristenan apapun – khususnya Alkitab dan salib – untuk tidak mendirikan gereja, dan untuk tidak mengkritik nabi.Jika sifat supremasis dari hukum Islam masih belum cukup jelas, pakta itu secara harfiah memerintahkan umat Kristen untuk menyerahkan tempat duduk mereka pada kaum Muslim jika diminta. Sebagai perbandingan, pikirkan ketika Rosa Park yang berkulit hitam menolak memberikan tempat duduknya di dalam bis pada penumpang kulit putih dalam lingkungan kulit putih yang supremasis. Keluhan-keluhan yang tidak dibuat-buatpun muncul: beranianya dia mengira dirinya sama dengan kita? Tapi apakah keluhan-keluhan seperti itu sah? Haruskah keluhan-keluhan itu ditampung? Dalam buku saya, Crucified Again: Exposing Islam's New War on Christians, saya mendokumentasikan ratusan serangan terhadap kaum Kristen. Dalam kebanyakan kasus, penyerang-penyerang Muslim benar-benar tersinggung.

Contohnya, pada tahun 2007 di Turki, sebuah rumah penerbitan yang mendistribusikan Alkitab diserang dan tiga dari karyawan-karyawannya disiksa, isi perut mereka dikeluarkan, dan akhirnya dibunuh.Salah seorang tersangka kemudian mengatakan, "Kami melakukan hal ini tidak untuk kami sendiri, tapi untuk agama kami [Islam]... Agama kami sedang dihancurkan." Sama juga, pada tahun 2011 di Mesir, setelah seorang murid Kristen berumur 17 tahun menolak mematuhi perintah gurunya yang Muslim agar menutupi salibnya, guru tersebut dan beberapa murid Muslim menyerang, memukul dan akhirnya membunuh remaja Kristen itu. Pembunuh-pembunuh Turki dan Mesir ini benar-benar tersinggung: Pakta dengan jelas menyatakan bahwa umat Kristen dilarang membuat salib atau Alkitab di sekitar kaum Muslim. Beraninya murid Mesir dan penerbit Alkitab Turki ini menolak patuh? Di Indonesia, dimana sekarang menjadi hampir tidak mungkin bagi umat Kristen untuk membangun gereja, umat Kristen berkumpul untuk merayakan Natal 2012 di tanah kosong dimana mereka berharap akan membangun sebuah gereja – hanya untuk diserang oleh kamu Muslim yang melemparkan kotoran sapi dan kantong-kantong air kencing pada umat Kristen saat mereka berdoa. Orang-orang Muslim ini juga benar-benar tersinggung: beraninya orang-orang Kristen ini mengira bisa membangun sebuah gereja ketika Paktamelarangnya? (lihat Crucified Again untuk terjemahan baru "Pakta Umar"). Beberapa minggu lalu di Pakistan, setelah seorang laki-laki Kristen dituduh menghina nabi Islam, Muhammad – sebuah larangan keras lain menurut Pakta Umar – 3000 Muslim membakar habis dua gereja dan 200 rumah umat Kristen. Lihat gambar-gambar ini; tak diragukan, ini adalah orang-orang dengan sebuah "keluhan". Baru-baru ini di Pakistan, ketika seorang Muslim menampar seorang Kristen, dan yang terakhir kemudian balas menamparnya, si Muslim berteriak, "Beraninya seorang Kristen menampar saya?" Kekerasan anti Kristenpun dimulai. Pendeknya, tiap kali umat Kristen berani melewati status "inferior" (rendah) yang ditetapkan oleh Syariah bagi mereka, kaum Muslim yang merasa superior menjadi tersinggung dengan hebatnya. Dari sini, seseorang dapat mulai memahami keluhan utama kaum Muslim: Israel. Karena jika kaum Kristen "kafir" dianggap rendah dan diserang oleh kaum Muslim yang tersinggung karena menjalankan hak-hak asasinya yang paling dasar, seperti kebebasan untuk beribadat, bagaimana Muslim harus merasa mengenai Yahudi – keturunan babi dan kera, menurut Al Quran – menjalankan kekuasaan dan wewenangnya atas teman-temannya sesama Muslim di suatu wilayah yang dipandang sebagai tanah milik kaum Muslim? Beraninya mereka?! Tentu saja, jika keluhan-keluhan terhadap Israel memang benar-benar mengenai keadilan dan mengenai warga Palestina yang terusir (tergusur), kaum Mulsim – dan orang-orang Barat penyanjung mereka – akan tersinggung oleh fakta bahwa jutaan umat Kristen akhir-akhir ini sedang digusur oleh penyerbu-penyerbu Muslim. Tak perlu lagi dikatakan, bukan itu. Jadi, lain kali anda mendengar bahwa kaum kemarahan dan terrorisme Muslim adalah produk dari keluhan, ingatlah bahwa hal ini memang benar. Tapi "keluhan-keluhan" ini tidak didasarkan pada patokan-patokan universal dari kesamaan atau keadilan, tapi pada pandangan dunia yang supremasis.

Raymond Ibrahim

Help me get the word out by sharing your thoughts on this
article on X (Twitter)

Share this article:

Syrian Child Raped and Brutalized by Jihad

According to the "Largest Syrian Christian Group on Facebook," the above is a picture of a young girl in Syria, before (L) and after (R) the U.S.-sponsored jihad reached her. The Arabic caption along with the picture reads: "Syrian child, tortured, raped, her face disfigured at the hands of the Saudis and others from among the psychos and criminals of the revolution."

In fact, as many as 95% of the "freedom-fighters" in Syria are foreign jihadis trying to carve out an emirate — as they always do — justified by fatwas permitting rape and other perversities in the name of jihad. Meanwhile, it is the average, indigenous Syrians, such as this child and countless others, who suffer in silence.

Raymond Ibrahim

Help me get the word out by sharing your thoughts on this
article on X (Twitter)

Share this article: